”Tebarlah kebaikan dimana pun berada dan jadilah orang pertama yang berbuat kebaikan. Mudah-mudahan kita selalu ingat dengan tekad kehormatan kita yang utama, untuk menjadi seorang muslim yang terpercaya sampai mati. Dan tiga pantangan yang akan selalu kita ingat, pantang mengeluh, pantang menyerah, dan pantang menjadi beban.”

Pandai2lah dikau menilai antara "PERMATA" dan debu2 dari kilauan pasir...


Bismillah ir rohman ir rohim,

Allah menciptakan 1001 keindahan penciptaan wanita.
Pandai2lah dikau menilai antara "PERMATA" dan debu2 dari kilauan pasir.

Wahai adikku... HAWA...
Wanita ibarat pohon Apel.
Apel yang tidak berkualitas...
amat mudah diperoleh karena ia berguguran ditanah...
Tapi apel yang tak mampu dibeli, ia berada di puncak.
Susah dipetik, susah digapai...

Terkadang apel itu risau, kenapakah dirinya belum dipetik.
Lantas ia rendahkan martabatnya dan menggugurkan diri menyembah tanah.
Sedangkan ia sebenarnya, telah ALLAH jadikan begitu tinggi martabatnya.
Sebenarnya.. apel itu terlalu tinggi... elok sifatnya...
sehingga tidak akan ada yang berani memetiknya.

Hanya pemuda yang benar2 hebat saja bisa memperolehnya...
Mungkin bukan di dunia... tetapi mungkin di akhirat?
Biarlah jodohnya bukan di dunia... asalkan cinta "ILLAHI" mengiringinya...
tak semestinya dipetik di taman dunia?

Tapi lebih bermakna bila ALLAH sendiri yang mengarahkan hamba yang disayanginya untuk memetik di taman akhirat kelak. Melalui pengajaran lewat "KALAM"-Nya, yaitu Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW.

Adikku terpaku sendiri. mungkin membayangkan sebatang pohon apel yang besar dengan buah2 apelnya yang kemerahan??

Wahai adikku... HAWA...
sungguh tulus bersih jiwamu. Benarlah kata ALLAH swt, kamu anak2 adalah penghuni2 "SURGA"!!!..

"Wahai kakakku, kenapakah kaum hawa itu sangat lemah, suka menangis dan sendu saja."

"Wahai adikku... HAWA. Wanita itu tidak lemah dek, oleh karena tangis dan sendunya. Tapi disitulah wahai adikku, kekuatan utuh tidak ternilai, andai pandai digunakan sebaiknya. Tangis sendunya wanita itu wahai adikku, bisa meleburkan ego seorang lelaki... Karena sendu rayunya wanita itu, Musa a.s selamat dari kekejaman Firaun. Duhai adikku, lembut wanita itu bukan lemah, tapi senjata."

Adikku belum merasa puas dengan penjelasanku. Dan kembali bertanya;
"Namun wahai kakakku, wanita itu fitnah dunia."

"Wahai adikku... HAWA. Pernahkah adikku dengar akan pesan Ilahi pada hambanya? Wahai para lelaki yang beriman, tundukkanlah pandanganmu. Lalu Allah berfirman lagi antaranya, wahai para wanita yang beriman, tundukkanlah pandanganmu, dan tutuplah auratmu. Lantas coba adik nilai, pada siapa terlebih dahulu ALLAH dahulukan pesanNya? Pada hamba yang bergelar ar-Rijal. Karena, andai sang lelaki menjaga pandangannya, maka tidak mungkin terlihat akan wanita yang menjadi fitnah pada dirinya. Dan ALLAH, tidak lupakan pesan buat wanita, agar memelihara auratnya karena disitulah kehormatannya. Sesungguhnya para wanita-wanita surga bergelar Hurun 'Ain itu, mereka tidak memperlihatkan diri mereka kecuali pada para suami mereka saja. Dan mereka dikatakan wanita2 yang suci. Namun... wanita yang beriman itu, kata Rasulullah, lebih tinggi martabatnya! Bukan fitnah semata-mata jikalau ar-Rijaal dan an-Nisa' sama2 mematuhi pesan Ilahi itu! Sesungguhnya wanita yang beriman yang solehah itu lebih baik dari ribuan lelaki yang soleh."

Aku tersenyum, semakin terasa mendalam kasih sayang pada penghuni jannah ini!

Wahai adikku... HAWA... sungguh tulus bersih jiwamu. Benarlah kata ALLAH swt, kamu anak2 adalah penghuni2 surga!

Nampaknya adikku belum juga puas, dan tanya lagi;

"Tapi kakakku, kenapa wanita itu menjadi model? Tidakkah mereka merasa malu??"

"Wahai adikku sayang. Al-Haya' itu dalam diri setiap insan. Wujudnya seiring dengan nafas insani. Dan al-Haya' itulah pakaian iman. Pada diri wanita itu, indah al-Haya' sebagai pembenteng diri. Namun, bilamana al-haya nya lebur, imannya runtuh. Kenapa mereka merelakan diri menjadi model? Karena mereka sebenarnya paranoid. Merasakan diri tidak cukup menarik... merasakan belum cukup lagi dunia melihat diri mereka. Mereka sebenarnya golongan yang kalah dari segi psikologi. Namun adikku... wanita solehah itu pasti melindungi diri mereka dari perbuatan seperti itu."

Adikku garuk2 kepala, padahal terhalang oleh jilbab kerudungnya, apa berasa digaruk gitu? Terus adikku tanya lagi;

"Jadi kakak!, masih adakah wanita yang solehah didunia ini? Bagaimana hendak adik kenali mereka???"

Aku tersenyum lagi. Hati tersentuh mendengarnya, semoga ALLAH merahmati mujahid kecil ini. Berjihad dalam dunianya sendiri.

"Wahai adikku. Di zaman Rasulullah, diperintahkan wanita2 yang beriman itu untuk menutupi aurat mereka, dengan itu mereka mudah dikenali sebagai wanita yang ber-maruah. Maka demikianlah adikku menilai mereka. Tapi perlu juga dilihat pada hatinya... juga pada akhlaknya...

Di zaman ini, tidak susah membedakan wanita yang solehah dan yang toleh. Namun adikku... jangan dikau mencemooh wanita yang toleh itu... karena dalam hati mereka, tetap ada satu permata indah... perasaan cinta pada ALLAH... Karena fitrah cinta pada Rabb itu sentiasa ada dalam jiwa mereka. Adikku, mereka ini, tetap mempunyai keinginan untuk kembali pada jalan ALLAH. Cuma kadang2 sebutan solehah itu terasa berat dipundak mereka... Kadang mereka takut pada persepsi wara dan alim. Sedangkan itu hanyalah persepsi. Hakikatnya, wara' itu bermaksud menjaga.

Maka barangsiapa yang menjaga adalah wara'. Alim itu maksudnya mengetahui. Barangsiapa yang berilmu maka dia adalah alim dalam bidangnya. Persepsi yang salah pada dua perkataan ini menjadikan mereka takut untuk berubah kepada tingkatan yang lebih baik. Kerena begitulah persepsi masyarakat. Sedangkan mereka alpa... ALLAH tidak menjadikan makhluk (ciptaan) ini tanpa tujuan dan garis panduan. ALLAH tidak zalim kepada ciptaanNYA. bilamana DIA menciptakan Hawa itu dari rusuk Adam... Dia telah mengetahui apakah sebaik2nya buat makhluk bergelar Hawa ini... Ditinggikan martabat golongan Hawa ini... Tapi sayang... golongan Hawa ini kadang2 merendahkan martabat mereka yang ALLAH jadikan penuh kemuliaan...

Kali ini adikku sepertinya mulai mengerti. Obrolan ini pula sudah berakhir buat hari ini. Pasti kakak akan sambung lain waktu, sungguh tulus bersih jiwamu. Benarlah kata ALLAH swt, kamu anak2 adalah penghuni2 surga!

Alangkah berartinya dirimu adikku... Dan aku? Hanya manusia yang berdosa... berhakkah aku menjadi penghuni surga? Wallahu'alam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MOHON BERIKAN KOMENTAR YANG BAIK TIDAK BERBAU PORNOGRAFI DAN GIBAH..!! TERIMA KASIH...

diatas langit masih ada langit...

jangan pernah merasa hebat karena selalu ada yang lebih hebat,
jangan pernah merasa kuat karena selalu ada yang lebih kuat,
jangan pernah merasa cantik karena selalu ada yang lebih cantik,
jangan merasa kaya karena akan selalu ada yang lebih kaya,
jangan merasa miskin karena akan selalu ada yang lebih miskin,
semua itu karena diatas langit masih ada langit...


berucap syukurlah selalu dengan apa yang telah kamu terima dan kamu miliki dan selalu mohon petunjuk dan ridhoNya...